Kamis, 23 Mei 2013

Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe Prov. Riau tahun 2013

Dear readers,,,
Udah lama banget gak nge-blog nih..
Nah,, kali ini dhita mau cerita tentang pemilihan duta 2013 yg diselenggarakan di SKA MALL Pekanbaru tanggal 12-13 April 2013 kemarin (udah telat banget yakh ^_^)

Alhamdulillah dalam ajang ini, 2 orang anggota PINKANTER masuk 10 besar dari 6 perwakilan yg diutus.. (selamat ya Retno dan Bella) ..
Banyak suka duka nya juga pemilihan duta tahun 2013 ini, karena PINKANTER tidak lagi wakilin Riau ditingkat nasional. Tapi PINKANTER tetap juara kok (Juara 2)..
Sandhita Akita Rinaldy :D


Dalam acara ini, dhita ditunjuk sebagai salah satu Dewan Juri  bersama 4 juri lainnya dari BKKBN dan BNN yg diketuai oleh Bpk. Drs. Armel Ozsa, M.Sc. Penjurian dilakukan selama 2 hari. hari pertama yaitu tes tertulis + tes wawancara di Aula BKKBN Riau dan hari kedua final di SKA Mall..

"Day 1"

 
Pak Armel lagi mewawancarai salah satu anggota Pinkanter, dan dhita lagi wawancarai peserta  dari Univ lain


"Day 2"
Malam GRAND FINAL Pemilihan DUTA Mahasiswa GenRe tingkat prov. Riau tahun 2013 di SKA Mall Pekanbaru 13 April 2013..
  Deputi Advokasi, penggerakan dan informasi pada BKKBN, Bpk. Drs Hardiyanto

Dewan juri
Launching ATM siaga GenRe


Ditengah-tengah penjurian, dhita dipanggil Bu Endang (Kepala BKKBN Riau) untuk TalkShow bersama Bpk Deputi dan Pak Bambang (Ka. Bank Bukopin) di RTV, Live lho.....
Dialog Khusus

Contoh ATM Siaga Genre
Makasih Fotonya Mba' Dewi (Wartawan majalah Pelita Jakarta), Nice picture :D


Puncak acara adalah pengumuman pemenang lomba Duta dan prosesi penobatan duta GenRe.
itu berarti masa jabatan ku sebagai Duta 2012 sudah berakhir.. Semoga Duta yg terpilih bisa lebih bagus kedepannya dan dapat menjalankan tugas kedutaanny dengan baik..

Umaaamm,, masa jabatan kita sudah berakhir.......... :')

Tetaplah semangat Remaja Indonesia...!!!
Buktikan pada dunia, Kalau kita BISA!
Masa depan bangsa ini ada ditangan para pemuda.


Senin, 04 Maret 2013

My Sweet 20th :*



Readers,,
Its all about my sweet 20 years old..

Thank to all (my family and my friends)..
Loving you :*
Sweet cake from my friend,, thanks dear :*

tiwi, ulan, rani, mira, me, via and wanda

wrote some word at my face by Pu3


with my beby huwyy
created by inen n pu3
its the result :D






I hope my 20 years old,
 have so much fun and good thing for me..
thanks for everything God..

Senin, 31 Desember 2012

Sweet moment sepanjang tahun 2012

        Alhamdulillah ya,, akhirnya 1 tahun berlalu dan kita masih diberi kesempatan untuk bisa melewatkan tahun 2012 yang sebentar lagi akan berakhir..
        Waahh,, moment2 indah yang takkan dilupakan sepanjang tahun 2012 

*   15 januari 2012 : My 19 TH day
Makasih buat teman-teman yang udah ngedoain aku dihari lahirku. Gak terasa bentar lagi mau 20 thn.. hihi,, anak mama udah gede :D

*   Februari 2012
Alhamdulillah ujian UAS semester 1 berjalan lancar dan gak ada HER :D

*   Maret 2012
-         1 Maret 2012 : Pemuncak di Akbid Internasional, IP TERTINGGI
-         17 Maret 2012 : Terpilih sebagai Wakil BEM Akbid Internasional periode 2012/2013
“wah,,wah,, cetar membahana.. gak nyangka banget bisa jadi pemuncak dan Wakil BEM di Kampus (alny masih anak baru :D)”

*   April 2012
-         Juara 1 Duta Mahasiswa GENRE Prov. Riau
“Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya memutuskan untuk ikut2 lomba Duta Mahasiswa. Ternyata pulangnya bawak selempang DUTA MAHASISWA GENRE 2012. Mama,,, anak mu pulang :* “
-         Mulai deh dicari para wartawan dan menduduki halaman Tribun...


*   Mei 2012
-         6-11 Mei 2012 mengikuti pemilihan Duta Mahasiswa tingkat nasional.
“Nah, dalam ajang ini lah bisa kenal dan dekat dengan teman dari seluruh nusantara. Mulai dari SABANG sampe Merauke (kayak nyanyi aja ya,, xixi). Selain itu, ajang ini juga mempertemukan aku dengan sang artis idola yaitu Desi Ratna Sari. Dari kecil dibilang mirip ama Desi, makanya pengen banget ketemu. Dan setelah ketemu, ternyata BENAR!,, haha,, yg gak setuju diam aja..!
-         Peringkat 10 besar di Nasional (horee,, :D) masuk TV lagi..
-         Peserta di Acaranya RUBEN ONSU yg itu lho,, RANGKING 1 (pinter gak tuh..) setiap pagi di TRANS TV.
Wah,wah.. bisa dibilang MEI adalah bulan keemasan ku:*

*   Juni 2012
Ini bulan yg cukup menguras tenaga dan fikiran mahasiswi akbid internasional khususnya tingkat 1 pada masa itu. Coz selain ujian tulis paginya, kami juga berburu ibu hamil siang hari ampe malam.. alhamdulillah k’Wiwid mau bantuin aku cari bumil buat ujian praktek ANC..
-         Juara 1 Lomba DEBAT B.INGGRIS (pengalaman pertama ikut debat,, eh langsung juara :D)

*   Juli 2012
-         Kabar baik dibulan Juli.. Aku lulus ujian ANC (yg katanya ujian paling menakutkan :D).. makasih doanyaa :*

*    Agustus 2012
Dimulai dari Ultah MAMA 1 Agustus,, Happy b’day Mama :*
12 Agustus 2012

*   September 2012
-         Peringkat 1 lagii... :D

*   Oktober 2012
-         Dinas di RSUD Arifin Achmad selama 1 bulan..
Cendrawasih 2 dan Murai 2 memberi banyak ilmu pokoknya deh..

*   November 2012
-         Habis dinas lanjut UTS. Alhasil kelabakan cari bahan ujian yg ntah dimana keberadaannya..

*   Desember 2012
-         1 Desember 2012
Sukses penyuluhan di SMA 5 Pekanbaru dalam rangka Hari AIDS sedunia..
-         2 desember 2012
Sukses acara HAS bareng anak2 STAR PKBI di CFD dan dihadiri Wakil WALIKOTA Pekanbaru.. walau agak sedih sempat dimarahin kak Joko karna telat datang L maaf ya kak joko,, gak ngulangin lagi deh :D
-         8 desember 2012
Penyuluhan bareng PINKANTER di SMP 17 Pekanbaru..

Masih banyak lagi mmoment2 yg tak tertuliskan disini >.<
Yg pastinya bersyukur padamu ya Allah atas nikmatmu selama 1 tahun ini.. Semoga tahun depan jauh lebih >.< amiinn....



 Talk less,, do more

Selasa, 11 Desember 2012

Kesehatan Reproduksi

Upaya Promotif dan Preventif Menurut Leavel dan Clark Subbagian Promosi Kesehatan


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dahulu, pembicaraan tentang organ reproduksi selalu dianggap tabu. Jangankan untuk konsultasi ke dokter, sekadar bertanya kepada orang terdekat ( orangtua ) saja merasa malu dan sungkan. Oleh karena itu, pengetahuan masyarakat akan hal-hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi tergolong rendah. Hal ini bisa menjadi pemicu munculnya berbagai macam keluhan dan permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.
Organ reproduksi adalah salah satu bagian terpenting dalam tubuh manusia yang memiliki peran besar dan tergantikan oleh organ yang lain. Mengapa organ ini penting? Karena manusia memiliki naluri alamiah, yaitu ingin memiliki keturunan, guna melestarikan jenisnya. Dampaknya, organ reproduksi yang sehat dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya menjadi sebuah hal yang dituju.
Pengetahuan tentang kesehatan organ reproduksi, sangat perlu dibahas dan diketahui oleh kaum wanita, baik yang sudah menjadi ibu-ibu maupun bagi remaja putri, agar dapat menjaga kesehatan dan memfungsikan organ reproduksi secara benar dan bertanggung jawab.
Dengan upaya upaya penyebarluasan pengetahuan kesehatan organ reproduksi, maka kita telah dapat disebut melakukan pencegahan secara promotif dan preventif.


B. TUJUAN PENULISAN
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui upaya promotif dan preventif menurut Leavel dan Clark
2. Tujuan khusus
Untuk mengetahui tentang upaya health promotion



BAB II
TINJAUAN TEORI

A. SEJARAH SINGKAT PROMOSI KESEHATAN
Istilah Health Promotion (Promosi Kesehatan) sebenarnya sudah mulai dicetuskan setidaknya pada era tahun 1986, ketika diselenggarakannya konfrensi Internasional pertama tentang Health Promotion di Ottawa, Canada pada tahun 1965. Pada waktu itu dicanangkan ”the Ottawa Charter”, yang didalamnya memuat definisi serta prinsip-prinsip dasar Health Promotion. Namun istilah tersebut pada waktu itu di Indonesia belum terlalu populer seperti sekarang. Pada masa itu, istilah yang cukup terkenal hanyalah penyuluhan kesehatan, dan disamping itu pula muncul dan populer istilah-istilah lain seperti KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), Social Marketing (Pemasaran Sosial), Mobilisasi Sosial dan lain sebagainya.
Suatu ketika pada tahun 1994, Dr.Ilona Kickbush yang pada saat itu sebagai Direktur Health Promotion WHO Headquarter Geneva datang melakukan kunjungan ke Indonesia. Sebagai seorang direktur baru ia telah berkunjung kebeberapa negara termasuk Indonesia salah satunya. Pada waktu itu pula Kepala Pusat Penyuluhan Kesehatan Depkes juga baru diangkat, yaitu Drs. Dachroni, MPH., yang menggantikan Dr.IB Mantra yang telah memasuki masa purna bakti (pensiun). Dalam kunjungannya tersebut Dr.Ilona Kickbush mengadakan pertemuan dengan pimpinan Depkes pada waktu itu baik pertemuan internal penyuluhan kesehatan maupun eksternal dengan lintas program dan lintas sektor, termasuk FKM UI, bahkan sempat pula Kickbush mengadakan kunjungan lapangan ke Bandung.
Dari serangkaian pertemuan yang telah dilakukan serta perbincangan selama kunjungan lapangan ke Bandung, Indonesia banyak belajar tentang Health Promotion (Promosi Kesehatan). Barangkali karena sangat terkesan dengan kunjungannya ke Indonesia kemudian ia menyampaikan suatu usulan. Usulan itu diterima oleh pimpinan Depkes pada saat itu Prof. Dr. Suyudi. Kunjungan Dr. Ilona Kickbush itu kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan pejabat Health Promotion WHO Geneva lainnya, yaitu Dr.Desmonal O Byrne, sampai beberapa kali, untuk mematangkan persiapan konfrensi jakarta. Sejak itu khususnya Pusat Penyuluhan Kesehatan Depkes berupaya mengembangkan konsep promosi kesehatan tersebut serta aplikasinya di Indonesia.
Dengan demikian penggunaan istilah promosi kesehatan di indonesia tersebut dipicu oleh perkembangan dunia Internasional. Nama unit Health Education di WHO baik di Hoodquarter, Geneva maupun di SEARO, India juga sudah berubah menjadi unit Health Promotion. Nama organisasi profesi Internasional juga mengalami perubahan menjadi International Union For Health Promotion and Education (IUHPE). Istilah promosi kesehatan tersebut juga ternyata sesuai dengan perkembangan pembangunan kesehatan di Indonesia sendiri, yang mengacu pada paradigma sehat.

B. DEFINISI PROMOSI KESEHATAN
Promosi kesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang mempunyai dua sisi, yakni sisi ilmu dan sisi seni. Dilihat dari sisi seni, yakni praktisi atau aplikasi pendidikan kesehatan adalah merupakan penunjang bagi program-program kesehatan lain. Ini artinya bahwa setiap program kesehatan yang telah ada misalnya pemberantasan penyakit menular/tidak menular, program perbaikan gizi, perbaikan sanitasi lingkungan, upaya kesehatan ibu dan anak, program pelayanan kesehatan dan lain sebagainya sangat perlu ditunjang serta didukung oleh adanya promosi kesehatan.
Promosi kesehatan bukanlah hanya proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semata, akan tetapi di dalamnya terdapat usaha untuk dapat memfasilitasi dalam rangka perubahan perilaku masyarakat. Dalam hal ini organisasi kesehatan dunia WHO telah merumuskan suatu bentuk definisi mengenai promosi kesehatan :“ Health promotion is the process of enabling people to increase control over, and improve, their health. To reach a state of complete physical, mental, and social, well-being, an individual or group must be able to identify and realize aspirations, to satisfy needs, and to change or cope with the environment “. (Ottawa Charter,1986).
Jadi, dapat disimpulkan dari kutipan tersebut diatas bahwa Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya)
Selanjutnya, Australian Health Foundation merumuskan batasan lain pada promosi kesehatan sebagai berikut :“ Health promotion is programs are design to bring about “change”within people, organization, communities, and their environment ”. Artinya bahwa promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan), baik di dalam masyarakat sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya.
Dengan demikian bahwa promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan menyangkut pendidikan, organisasi, kebijakan dan peraturan perundangan untuk perubahan lingkungan dan perilaku yang menguntungkan kesehatan (Green dan Ottoson,1998). Promosi kesehatan merupakan proses pemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Proses pemberdayaan tersebut dilakukan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat; Artinya proses pemberdayaan tersebut dilakukan melalui kelompok-kelompok potensial di masyarakat, bahkan semua komponen masyarakat. Proses pemberdayaan tersebut juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosial budaya setempat. Proses pembelajaran tersebut juga dibarengi dengan upaya mempengaruhi lingkungan, baik lingkungan fisik termasuk kebijakan dan peraturan perundangan.

C. RUANG LINGKUP PROMOSI KESEHATAN
Secara sederhana ruang lingkup promosi kesehatan diantaranya sebagai berikut :
1. Promosi kesehatan mencakup pendidikan kesehatan (health education) yang penekanannya pada perubahan/perbaikan perilaku melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan.
2. Promosi kesehatan mencakup pemasaran sosial (social marketing), yang penekanannya pada pengenalan produk/jasa melalui kampanye.
3. Promosi kesehatan adalah upaya penyuluhan (upaya komunikasi dan informasi) yang tekanannya pada penyebaran informasi.
4. Promosi kesehatan merupakan upaya peningkatan (promotif) yang penekanannya pada upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan.
5. Promosi kesehatan mencakup upaya advokasi di bidang kesehatan, yaitu upaya untuk mempengaruhi lingkungan atau pihak lain agar mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan (melalui upaya legislasi atau pembuatan peraturan, dukungan suasana dan lain-lain di berbagai bidang /sektor, sesuai keadaan).
6. Promosi kesehatan adalah juga pengorganisasian masyarakat (community organization), pengembangan masyarakat (community development), penggerakan masyarakat (social mobilization), pemberdayaan masyarakat (community empowerment), dll.
Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Menurut Prof.Dr. Soekidjo Notoadmodjo, ruang lingkup promosi kesehatan dapat dilihat dari 2 dimensi yaitu: a).dimensi aspek pelayanan kesehatan, dan b).dimensi tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan.
1. Ruang Lingkup Berdasarkan Aspek Kesehatan
Secara umum bahwa kesehatan masyarakat itu mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Sedangkan ahli lainnya membagi menjadi dua aspek, yakni :
a. Aspek promotif dengan sasaran kelompok orang sehat, dan
b. Aspek preventif (pencegahan) dan kuratif (penyembuhan) dengan sasaran kelompok orang yang memiliki resiko tinggi terhadap penyakit dan kelompok yang sakit.
Dengan demikian maka ruang lingkup promosi kesehatan di kelompok menjadi dua yaitu :
a. Pendidikan kesehatan pada aspek promotif.
b. Pendidikan kesehatan pada aspek pencegahan dan penyembuhan.

2. Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Berdasarkan Tatanan Pelaksanaan
Ruang lingkup promosi kesehatan ini dikelompokkan menjadi :
a. Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga).
b. Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah.
c. Pendidikan kesehatan di tempat kerja.
d. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat umum.
e. Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehat


D. VISI DAN MISI PROMOSI KESEHATAN
Perhatian utama dalam promosi kesehatan adalah mengetahui visi serta misi yang jelas. Dalam konteks promosi kesehatan “ Visi “ merupakan sesuatu atau apa yang ingin dicapai dalam promosi kesehatan sebagai salah satu bentuk penunjang program-program kesehatan lainnya. Tentunya akan mudah dipahami bahwa visi dari promosi kesehatan tidak akan terlepas dari koridor Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 serta organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization).
Adapun visi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, baik fisik, mental, dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.
2. Pendidikan kesehatan disemua program kesehatan, baik pemberantasan penyakit menular, sanitasi lingkungan, gizi masyarakat, pelayanan kesehatan, maupun program kesehatan lainnya dan bermuara pada kemampuan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu, kelompok, maupun masyarakat.
Dalam mencapai visi dari promosi kesehatan diperlukan adanya suatu upaya yang harus dilakukan dan lebih dikenal dengan istilah “ Misi ”. Misi promosi kesehatan merupakan upaya yang harus dilakukan dan mempunyai keterkaitan dalam pencapaian suatu visi. Secara umum Misi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut :
1. Advokasi (Advocation).
Advokasi merupakan perangkat kegiatan yang terencana yang ditujukan kepada para penentu kebijakan dalam rangka mendukung suatu isyu kebijakan yang spesifik. Dalam hal ini kegiatan advokasi merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi para pembuat keputusan (decission maker) agar dapat mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu mendapat dukungan melalui kebijakan atau keputusan-keputusan.
2. Menjembatani (Mediate)
Kegiatan pelaksanaan program-program kesehatan perlu adanya suatu kerjasama dengan program lain di lingkungan kesehatan, maupun lintas sektor yang terkait. Untuk itu perlu adanya suatu jembatan dan menjalin suatu kemitraan (partnership) dengan berbagai program dan sektor-sektor yang memiliki kaitannya dengan kesehatan. Karenanya masalah kesehatan tidak hanya dapat diatasi oleh sektor kesehatan sendiri, melainkan semua pihak juga perlu peduli terhadap masalah kesehatan tersebut. Oleh karena itu promosi kesehatan memiliki peran yang penting dalam mewujudkan kerjasama atau kemitraan ini.
3. Kemampuan/Keterampilan (Enable)
Masyarakat diberikan suatu keterampilan agar mereka mampu dan memelihara serta meningkatkan kesehatannya secara mandiri. Adapun tujuan dari pemberian keterampilan kepada masyarakat adalah dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga diharapkan dengan peningkatan ekonomi keluarga, maka kemapuan dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan keluarga akan meningkat.

E. SASARAN PROMOSI KESEHATAN
Berdasarklan pentahapan upaya promosi kesehatan, maka sasaran dibagi dalam tiga kelompok sasaran, yaitu :
1. Sasaran Primer (primary target).Sasaran umumnya adalah masyarakat yang dapat dikelompokkan menjadi, kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum, Ibu hamil dan menyusui anak untuk masalah KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) serta anak sekolah untuk kesehatan remaja dan lain sebagianya. Sasaran promosi ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment).
2. Sasaran Sekunder (secondary target). Sasaran sekunder dalam promosi kesehatan adalah tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta orang-orang yang memiliki kaitan serta berpengaruh penting dalam kegiatan promosi kesehatan, dengan harapan setelah diberikan promosi kesehatan maka masyarakat tersebut akan dapat kembali memberikan atau kembali menyampaikan promosi kesehatan pada lingkungan masyarakat sekitarnya. Tokoh masyarakat yang telah mendapatkan promosi kesehatan diharapkan pula agar dapat menjadi model dalam perilaku hidup sehat untuk masyarakat sekitarnya.
3. Sasaran Tersier (tertiary target). Adapun yang menjadi sasaran tersier dalam promosi kesehatan adalah pembuat keputusan (decission maker) atau penentu kebijakan (policy maker). Hal ini dilakukan dengan suatu harapan agar kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut akan memiliki efek/dampak serta pengaruh bagi sasaran sekunder maupun sasaran primer dan usaha ini sejalan dengan strategi advokasi (advocacy)

F. STRATEGI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)
Ditinjau dari prinsip-prinsip yang dapat dipelajari dalam promosi kesehatan, pada pertengahan tahun 1995 dikembangkanlah strategi atau upaya peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sebagai suatu bentuk operasional setidaknya merupakan embrio promosi kesehatan di Indonesia. Strategi tersebut dikembangkan dalam pertemuan baik internal, pusat penyuluhan kesehatan maupun eksternal secara lintas program dan lintas sektor, termasuk dengan organisasi profesi, FKM UI dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

Adapun beberapa hal yang disarikan tentang pokok-pokok promosi kesehatan (health promotion) atau PHBS yang merupakan embrio promosi kesehatan di Indonesia ini adalah bahwa:
1. Promosi Kesehatan (Health Promotion), yang diberi definisi: Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya (the process of enabling people to control over and improve their health), lebih luas dari Pendidikan atau Penyuluhan Kesehatan. Promosi Kesehatan meliputi Pendidikan/ Penyuluhan Kesehatan, dan di pihak lain Penyuluh/Pendidikan Kesehatan merupakan bagian penting (core) dari Promosi Kesehatan.
2. Pendidikan/Penyuluhan Kesehatan (dapat dikatakan) menekankan pada upaya perubahan atau perbaikan perilaku kesehatan. Promosi Kesehatan adalah upaya perubahan/perbaikan perilaku di bidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi lingkungan atau hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan.
3. Promosi Kesehatan juga berarti upaya yang bersifat promotif (peningkatan) sebagai perpaduan dari upaya preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dalam rangkaian upaya kesehatan yang komprehensif. Promosi Kesehatan juga merupakan upaya untuk menjajakan, memasarkan atau menjual yang bersifat persuasif, karena sesungguhnya “kesehatan” merupakan “sesuatu” yang sangat layak jual, karena sangat perlu dan dibutuhkan setiap orang dan masyarakat.
4. Pendidikan/penyuluhan kesehatan menekankan pada pendekatan edukatif, sedangkan pada promosi kesehatan, selain tetap menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang banyak dilakukan pada tingkat masyarakat di strata primer (di promosi kesehatan selanjutnya digunakan istilah gerakan pemberdayaan masyarakat), perlu dibarengi atau didahului dengan upaya advokasi, terutama untuk strata tertier (yaitu para pembuat keputusan atau kebijakan) dan bina suasana (social support), khususnya untuk strata sekunder (yaitu mereka yang dikategorikan sebagai para pembuat opini). Maka dikenalah strategi ABG, yaitu Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan/pemberdayaan Masyarakat.
5. Pada pendidikan/penyuluhan kesehatan, masalah diangkat dari apa yang ditemui atau dikenali masyarakat (yaitu masalah kesehatan atau masalah apa saja yang dirasa penting/perlu diatasi oleh masyarakat); Pada PHBS, masyarakat diharapkan dapat mengenali perilaku hidup sehat, yang ditandai dengan sekitar 10 perilaku sehat (health oriented). Masyarakat diajak untuk mengidentifikasi apa dan bagaimana hidup bersih dan sehat, kemudian mengenali keadaan diri dan lingkungannya serta mengukurnya seberapa sehatkah diri dan lingkungannya itu. Pendekatan ini kemudian searah dengan paradigma sehat, yang salah satu dari tiga pilar utamanya adalah perilaku hidup sehat.
6. Pada pendidikan/penyuluhan kesehatan yang menonjol adalah pendekatan di masyarakat (melalui pendekatan edukatif), sedangkan pada PHBS/promosi kesehatan dikembangkan adanya 5 tatanan: yaitu di rumah/tempat tinggal (where we live), di sekolah (where we learn), di tempat kerja (where we work), di tempat-tempat umum (where we play and do everything) dan di sarana kesehatan (where we get health services). Dari sini dikembangkan kriteria rumah sehat, sekolah sehat, tempat kerja sehat, tempat umum sehat, dan lain-lain yang mengarah pada kawasan sehat seperti : desa sehat, kota sehat, kabupaten sehat, sampai ke Indonesia Sehat.
7. Pada promosi kesehatan, peran kemitraan lebih ditekankan lagi, yang dilandasi oleh kesamaan (equity), keterbukaan (transparancy) dan saling memberi manfaat (mutual benefit). Kemitraan ini dikembangkan antara pemerintah dengan masyarakat termasuk swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat, juga secara lintas program dan lintas sektor.
8. Sebagaimana pada Pendidikan dan Penyuluhan, Promosi Kesehatan sebenarnya juga lebih menekankan pada proses atau upaya, dengan tanpa mengecilkan arti hasil apalagi dampak kegiatan. Jadi sebenarnya sangat susah untuk mengukur hasil kegiatan, yaitu perubahan atau peningkatan perilaku individu dan masyarakat. Yang lebih sesuai untuk diukur: adalah mutu dan frekwensi kegiatan seperti: advokasi, bina suasana, gerakan sehat masyarakat, dan lain-lain. Karena dituntut untuk dapat mengukur hasil kegiatannya, maka promosi kesehatan mengaitkan hasil kegiatan tersebut pada jumlah tatanan sehat, seperti: rumah sehat, sekolah sehat, tempat kerja sehat, dan seterusnya.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya.
Strategi Global Menurut WHO, 1984
1. Advokasi : kegiatan yang ditujkan kepada pembuat keputusan (decission makers) atau penentu kebijakan (policy makers) baik dibidang kesehatan maupun sektor lain diluar kesehatan, yang mempunyai pengaruh terhadap publik.
2. Dukungan sosial (social support): kegiatan yang ditujukan kepada para tokoh masyarakat, baik formal (guru, lurah, camat, petugas kesehatan dan sebagainya) maupun informal (tokoh agama, dan sebagainya) yang mempunyai pengaruh di masyarakat.
3. Pemberdayaan Masyarakat (empowerment): pemberdayaan ini ditujukan kepada masyarakat langsung, sebagi sasaran primer promosi kesehatan. Tujuanya agar masyarakat memiliki kemampuan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. (Notoatmojo, Soekijo. (2003).


....................................................................................................................................................................
OK dear,,
berbagi sedikit bahan bacaan buat kalian semua ya... :D
semoga bermanfaaat




Rabu, 25 Juli 2012

Pemilihan Duta Mahasiswa 2012 Tingkat Nasional Part II


Bak kata pak SBY LANJUTKAN…!!!!
Ok readers,, mari lanjut cerita kemarin (sampe mana ya?? Oh iya,,)
Nah, setelah diberi materi para duta ditantang untuk adu keberanian. Dihari ketiga ini, semua duta diwajibkan mengikuti OUTBOND. Wahh,, sebagian ada yg ketakutan karena belum pernah naik outbond (termasuk aq. Tp q pasang tampang stay cool n sok2 berani,, hikhik..>.<)
outbond,, ampuunn paakkk...

Dihari ke Empat…
Hari ini merupakan hari yg menegangkan bagi seluruh peserta. Karena pd hari ini berhadapan langsung dg 5 Dewan Juri yg tak diragukan lg kehebatannya. Mw tau siapa mereka??..... ini dia…..
Desi Ratna Sari, Bpk ..., mba' Keke, Bpk Edi, Mba' Popi

Hari ke Lima…
“Rangking Satu……..Pinter Gak Tuh???”
Pernah denger Ruben Onsu nongol dTv sambil ngomong ntu?
Yak.. tepat sekali.. Kami hadir diacara RANGKING 1 TRANS TV… Walau keluar disesi Experiment, qmi tetap bahagiaa n ceriaa krna udh nongol d Tv,, hhe…

Malam hariny adalah malam Penganugrahan Duta Mahasiwa GenRe 2012..

Alhamdulillah masuk 10 besarr



Hari ke Enam -___-
Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan.. semua Duta kembali ke provinsi masing2. Nice to meet you all.. See u again >.<





MISS YOU ALL >.<

 The end.....
Once you have learned to love,,,,,,,
you will have learned to live....














 
Sandhita Akita Rinaldy

Senin, 28 Mei 2012

Pemilihan Duta Mahasiswa 2012 Tingkat Nasional (Part 1)

"Untuk mencapai kesuksesan, kita jangan hanya bertindak, tapi juga perlu bermimpi, jangan hanya berencana, tapi juga perlu untuk percaya."

Assalamu’alaikum readers…!!!!
Thank’s 4 reading my blog..
Sudah lama nih gak ngeblog…  Aku mw cerita banyak  tentang pengalamanqu mengikuti pemilhan Duta Mahasiswa GenRe 2012 di Jakarta.
To be continue…

          
Pemilihan Duta Mahasiswa merupakan ajang yang sangat bergengsi ditingkat mahasiswa di penjuru nusantara. Terpilih untuk mengikuti perlombaan ini saja sudah sangat beruntung, apalagi klo sampai juara. Bisa-bisa gak tidur semaleman nih.. nah,, itulah yang sedang ku alami. Mulai dari menjadi juara di tingkat provinsi sampai dengan mengikuti pemilihan duta tingkat nasional.
Mari ikuti perjalanan ku selama pemilihan Duta Mahasiswa tingkat Nasional
Waktu 1 bulan membuat ku agak sedikit kelabakan mempersiapkan semua persiapan perlombaan di tingkat nasional nanti. Mulai dari persiapan materi (ada setumpuk buku yang harus aku baca), penampilan budaya sampai dengan packing2 kostum yang akan dipakai disana..
Tibalah waktu nya untuk berangkat ke Medan Pertempuran <hahaha,, lebaayy>
Semula jadwal perlombaan tanggal 16 Mei 2012, tiba-tiba panitia pusat memajukan jadwal menjadi tanggal 6 Mei 2012..
Sesampai dibandara Soekarno Hatta, Aku dan Rombongan langsung disambut oleh panitia pusat. Kami diwawancara n sempat syuting dikiitt <diliatin orang banyak lho, luMa>
Ternyata dari awal menginjakkan kaki di tanah Ibu kota penilaian sudah dilakukan (kayak Miss Indonesia gituu)..
Di Hotel KARTIKA CHANDRA (yang katanya hotel berbintang lima) ini, aku menempati kamar 803 bersama Gina Niscita Amisesani (Duta Jogja)
Malam nya acara breaving untuk persiapan acara pembukaan esok hari. Kami diberi pengarahan dan sebuah tarian KITA BISA yang harus ditampilkan esok harinya. Karena keasyikan latihan nari, tak terasa waktu menunjukkan pukul 01.00 wib.. Saat nya istirahaattt………..
Hari demi hari sungguh melelahkan.. tapi dengan semangat yg kuat semua penat dan letih hilang begitu saja.


Acara Pembukaan
Pembacaan ikrar Duta Mahasiswa (kayak pelantikan pejabat ajah)

 Materi bersama Mba' Nino (ada yg kenal gak?)
Materi bersama Prabu Revolusi
bersambung.............